POHON BERINGIN
A. PENGERTIAN UMUM
Beringin (Ficus benjamina dan beberapa jenis (genus) Ficus lain dari suku ara-araan atau Moraceae), yang disebut juga waringin atau (agak keliru) ara (ki ara, ki berarti “pohon”). Beringin adalah tumbuhan asli dari Asia dan Australia. Varietas beringin yang baru saja dideskripsikan, Ficus benjamina var. Bracteata ditemukan di hutan karang yang terangkat di daerah Taiwan selatan. Beringin sangat akrab dengan budaya asli Indonesia. Tumbuhan berbentuk pohon besar ini sering kali dianggap suci dan melindungi penduduk setempat.
B. BAGIAN-BAGIAN
- Pohon beringin berakar tunggang. Perakarannya berbentuk mirip jaring yang berfungsi sebagai safety nutrition network atau jaring pengaman nutrisi yang tersebar di tanah. Selain akar tersebut, beringin juga memiliki akar gantung yang tumbuh dari percabangannya. Akar gantung pada pohon beringin berfungsi untuk respirasi atau pernapasan. Akar gantung ini tumbuh ke bawah dan masuk ke dalam tanah untuk menyerap nutrisi dan juga air.
- Batang beringin berbentuk silindris, bertekstur kasar dan memiliki percabangan sympodial. Batang sympodial adalah batang yang memiliki banyak percabangan tanpa memiliki satu cabang utama. Diamater batang pohon beringin dapat mencapai hingga 2 m. Tinggi pohon beringin dapat mencapai hingga 25 m.
- Daun beringin berbentuk oval dengan bagian ujung meruncing dan pangkalnya tumpul. Pertumbuhan daunnya berseling dan tulang daunnya menyirip. Beringin menghasilkan bunga berjenis tunggul yang tumbuh di ketiak daun atau cauliflora.
Beringin juga memiliki bunga jenis tunggal dan bentuk kelopak seperti corong. Bentuk tangkai bunga beringin silindris dengan kelopak mirip corong dan berwarna hijau. Mahkota bunganya bulat dan berwarna kuning kehijauan. Bunga pada tumbuhan beringin umumnya akan tumbuh di area ketiak daun.
Buah beringin merupakan buah semu atau fig yang berwarna hijau pada saat masih muda. Warna buah beringin terbagi menjadi tiga sesuai usianya. Ketika masih muda buah ini berwarna hijau. Apabila sudah setengah masak akan berwarna kuning. Sedangkan buah yang sudah masak kulit buahnya akan berwarna merah. Buah beringin termasuk buah majemuk dengan tipe Syconus yaitu buah ini berkembang dari hypanthodium inflorescence.
Biji buah beringin berbentuk bulat berwarna putih dan mempunyai tekstur yang keras, berbentuk pipih dan letaknya ada di bagian dalam buahnya. Warna biji yang masih muda biasanya kuning pucat sedangkan biji pada buah yang sudah masak akan berwarna kehitaman. Pada dasarnya fungsi biji pada pohon beringin adalah untuk alat kembang biak pohon.
C. MANFAAT
Manfaat Pohon beringin banyak dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh di taman-taman kota ataupun di alun-alun. Sistem perakarannya yang dapat menyimpan air dengan baik juga membuat beringin dimanfaatkan sebagai tanaman konservasi air dan ditanam di sekitar kawasan mata air atau sumber-sumber air.
D. KERUGIAN
Pohon beringin membutuhkan banyak tempat apalagi ketika mulai tumbuh besar. Diameter batangnya saja bisa mencapai sekitar dua meter dengan ketinggian hingga 20 meter bahkan lebih. Karena itu perlu pertimbangan matang sebelum memilih tanaman ini.
E. SENI
Dalam kehidupan sehari-hari, beringin sering dijadikan bonsai oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan beringin yang sering dijadikan bonsai antara lain:
1. Beringin Elegan (Ficus microcarpa var.)
2. Beringin Kimeng (Ficus microcarpa 'Kinmen')
3. Beringin Korea (Ficus microcarpa var. crassifolia)
4. Beringin Dolar (Ficus microcarpa var. latifolia)
5. Beringin Benjamin (Ficus benjamina)
6. Beringin Filipina (Ficus neriifolia)
7. Beringin Amplas (Ficus tinctoria subsp. gibbosa)
F. MISTIS
Pohon beringin kerap dikaitkan sebagai tempat angker yang ditinggali oleh para makhluk halus. Hal tersebut dikarenakan pohon ini memiliki kesan mistis yang sangat kuat. Mulai dari pohonnya yang rindang, batang yang berukuran besar, hingga memiliki akar gantung yang tidak beraturan.
.jpeg)